Rabu, 07 Maret 2012



SURAT BERHARGA DI PASAR MODAL




2.1. Pengertian Surat Berharga
Surat Berharga adalah istilah umum di dalam dunia keuangan yang menunjukkan bukti (dapat berupa selembar kertas) hak investor (yaitu pihak yang memiliki surat berharga tersebut) untuk mendapatkan hak tertentu atas kepemilikan  surat berharga. Hak atas kepemilikan tersebut dapat berbentuk macam-macam, misalnya hak untuk mendapatkan bagian tertentu atas kekayaan pihak yang menerbitkan surat berharga tersebut (umumnya surat berharga diterbitkan oleh perusahaan).
Dikatakan berharga, karena surat tersebut memiliki nilai ekonomis dan dapat diperjualbelikan pada tingkat harga tertentu sehingga seorang pemegang surat berharga dapat memperoleh keuntungan atas jual beli surat berharga tersebut.

Di pasar modal, istilah khusus untuk menyebut surat berharga adalah Efek. Jadi, untuk menyatakan surat berharga di pasar modal seperti saham atau obligasi, kita dapat menyebut Efek. Oleh sebab itu, kata Efek banyak kita temukan di pasar modal, seperti Bursa Efek, Perusahaan Efek, dan lain-lain. Dalam buku ini, penulis selain menggunakan istilah Efek, juga menggunakan istilah surat berharga secara bergantian.

Ada banyak jenis Efek di pasar modal. Namun, terdapat 3 jenis Efek yang paling populer yaitu saham, obligasi, dan Reksa Dana.


2.2. Mengenal Saham
Saham merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atau penyertaan modal investor di dalam suatu perusahaan. Artinya, jika seseorang membeli saham suatu perusahaan, itu berarti dia telah menyertakan modal ke dalam perusahaan tersebut sebanyak jumlah saham yang dibeli.
Saham merupakan surat berharga yang dikeluarkan sebuah perusahaan dalam rangka menambah modal perusahaan tersebut. Jika sebuah perusahaan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat luas atau kepada publik maka perusahaan tersebut dikatakan go public (baca: go pablik) atau telah menjadi perusahaan publik, dalam arti kepemilikan atas perusahaan tersebut tidak hanya dimiliki sekelompok orang (atau orang-orang yang mendirikan perusahaan tersebut), namun kepemilikannya telah menyebar ke banyak pihak.



MATEMATIKA KEUANGAN
BUNGA TUNGGAL,BUNGA MAJEMUK DAN ANUITAS

PERHITUNGAN BUNGA DALAM MATEMATIKA KEUANGAN

  Bunga adalah jumlah sewa yang dikenakan oleh institusi keuangan atas pemakaian uang, atau Jumlah uang yang diterima sebagai hasil dari investasi dana, baik dengan meminjamkannya atau dengan menggunakannya untuk pembelian bahan, tenaga kerja, atau fasilitas.
  Jadi, bunga merupakan pertambahan pada jumlah uang yang semula dipinjamkan atau yang diinvestasikan.


1. Bunga Majemuk

Pengertian :
         Bunga yang jatuh tempo ditambahkan ke dalam nilai pokok pada akhir
         setiap periode untuk mendapatkan nilai pokok yang baru

      Jika kita menyimpan modal berupa uang di bank selama pereode bunga tertentu, misalnya satu tahun, maka setelah satu tahun kita akan mendapat bunga sebesar P % kali modal yang kita bungakan. Jika bunga itu tidak kita ambil, tapi ditambahkan pada modal awal untuk dibungakan lagi pada pereode berikutnya sehingga besarnya bunga pada setiap periode berikut berbeda jumlanya ( menjadi bunga berbunga ) maka dikatan modal tersebut dibungakan atas dasar bunga majemuk.

Jumat, 02 Maret 2012


Koefisien Elastisitas Permintaan dan penawaran


     Koefisien Elastisitas Permintaan    
Elastisitas (pemuluran) adalah kepekaan terhadap penambahan atau pengurangan barang atau jasa yang diminta atau ditawarkan sebagai akibat adanya kenaikan atau penurunan harga barang tersebut. Besar kecilnya pengaruh tersebut diukur dengan koefisien elastisitas. Nilai elastisitas akan positif jika kedua variabel bergerak searah, dan sebaliknya nilai elastisitas akan negatif jika kedua variabel bergerak berlawanan arah. Nilai elastisitas hanya dilihat nilai mutlaknya sehingga meskipun hasilnya secara matematik negatif tetapi yang dilihat harga positifnya (harga mutlaknya). Yang bergerak sampai tak terhingga, dan hasilnya diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Jika nilai mutlak koefisien elastisitas hasilnya < 1disebut inelastis, maka barang yang diperjual belikan termasuk jenis barang yang sifatnya tidak peka terhadap perubahan harga. Barang-barang yang mempunyai sifat inelastis umumnya adalah barang-barang yang termasuk kebutuhan pokok.
b.Jika nilai mutlak koefisien elastisitas hasilnya > 1 disebut elastis, maka barang yang diperjual belikan termasuk jenis barang yang sifatnya peka terhadap perubahan harga.Barang-barang yang mempunyai sifat elastis adalah barang kebutuhan mewah atau tersier.

SOAL MGMP EKONOMI

Indikator                : Mendiskripsikan kebutuhan manusia, kelangkaan, atau masalah pokok ekonomi

1.     Prospek yang diharapkan semua perusahaan adalah mencapai laba yang maksimal. Oleh karena itu mereka harus jeli terhadap setiap peluang baru yang mungkin muncul. Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, banyak masyarakat yang berusaha memenuhi kebutuhan mulai dari pakaian muslim kelengkapan ibadah, makanan, minuman. Hal ini merupakan kesempatan bagi produsen untuk menyediakan barang tersebut dibanding memproduksi seragam sekolah. Dari uraian tersebut tindakan produsen yang sesuai dengan pemecahan masalah yang tepat adalah …


a.     Bagaimana cara memproduksi
b.     Barang apa yang dapat diproduksi
c.     Untuk siapa barang diproduksi
d.     Kapan barang diproduksi
e.     Bagaimana cara memperoleh laba

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
DASAR HUKUM
Undang-undang No. 12 Tahun 1985 jo
Undang-undang No. 12 1994

PENGERTIAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
a.
Pajak adalah kewajiban daripada orang atau badan untuk menyerahkan sebagian dari pada kekayaan kepada negara disebabkan oleh suatu keadaan, kejadian atau perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi bukan suatu hukuman dan ditetapkan dengan peraturan hukum sehingga pelaksanaannya dapat dipaksakan dan tidak mendapat imbalan jasa
b
Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya
c
Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan atau perairan
d
Pajak Bumi dan Bangunan adalah kewajiban daripada orang atau badan untuk menyerahkan sebagian daripada kekayaan kepada negara karena secara nyata mempunyai hak atau memperoleh manfaat atau mendapatkan kenikmatan atas sebidang tanah dan atau sebuah bangunan
e
Subyek Pajak adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan atau memperoleh manfaat bangunan dan disebut juga Wajib Pajak
f
Obyek Pajak adalah Bumi dan atau Bangunan

LAPORAN KEUANGAN KOPERASI

TUJUAN MENDALAMAN MATERI :
Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini diharapkan para guru SMK peserta pelatihan mampu :
1)    Memahami pengertian dan karakteristik koperasi
2)    Memahami siklus akuntansi untuk koperasi sesuai dengan PSAK 27 serta pelaporan keuangannya.
3)    Memahami sistem informasi akuntansi koperasi
4)    Memahami pentingnya analisis keuangan
5)    Memahami fungsi dan peran audit

KARAKTERISTIK KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:
·           Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi
·           Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.

Syarat Menjadi Anggota
1.  Mandiri
2.  Mempunyai kemapuan penuh untuk melakukan tindakan hukum
3.  Memiliki kemampuan yang baik dalam bekerja sama
4.  Memahami dan menyetujui anggaran dasar koperasi beserta ketentuan-ketentuannya

SOAL MGMP EKONOMI

Indikator                : Mendiskripsikan kebutuhan manusia, kelangkaan, atau masalah pokok ekonomi

1.     Prospek yang diharapkan semua perusahaan adalah mencapai laba yang maksimal. Oleh karena itu mereka harus jeli terhadap setiap peluang baru yang mungkin muncul. Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, banyak masyarakat yang berusaha memenuhi kebutuhan mulai dari pakaian muslim kelengkapan ibadah, makanan, minuman. Hal ini merupakan kesempatan bagi produsen untuk menyediakan barang tersebut dibanding memproduksi seragam sekolah. Dari uraian tersebut tindakan produsen yang sesuai dengan pemecahan masalah yang tepat adalah …


a.     Bagaimana cara memproduksi
b.     Barang apa yang dapat diproduksi
c.     Untuk siapa barang diproduksi
d.     Kapan barang diproduksi
e.     Bagaimana cara memperoleh laba