Selasa, 24 April 2012

siklus akuntansi perusahaan dagang


II.  SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

A.  Karakteristik Transaksi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang merupakan jenis perusahaan yang berusaha mencari keuntungan dari manjual barang dagangan. Di sekitar kita banyak sekali terdapat perusahaan dagang, contohnya toko yang menjual peralatan listrik, supermarket, toko bahan bangunan, dan lain-lain.
Karakteristik perusahan dagang dapat dilihat dari beberapa sudut, diantaranya dilihat dari aktivitasnya yakni membeli dan menjual barang dalam bentuk yang sama. Selain itu juga melakukan transaksi yang serupa dilakukan oleh perusahaan jasa, seperti transaksi pembayaran hutang, penerimaan pelunasan piutang, pembayaran biaya dan sejenisnya yang dilakukan oleh perusahaan jasa juga dilakukan oleh perusahaan dagang.
Dilihat dari pengukuran laba bersihnya, secara konseptual perusahaan dagang adalah sama dengan perusahaan jasa, di mana laba ataurugi bersih diperoleh dari matching antara pendapatan dan biaya. Dalam perusahaan dagang, sumber utama pendapatan adalah dari penjualan barang dagangan yang biasa disebut dengan pendapatan penjualan atau penjualan.

1.   Skema Siklus Akuntansi
Seperti pada Perusahaan Jasa, siklus akuntansi perusahaan dagang merupakan arus data akuntansi sejak terjadinya transaksi sampai dengan dibuatnya laporan keuangan adalah sebagai berikut:
 






Apabila diuraikan lebih lanjut siklus Akuntansi tersebut di atas akan tediri dari kegiatan sebagai berikut:

Tahap Pencatatan:
1.   Pembuatan atau penerimaan bukti untuk transaksi-transaksi yang tejradi dalam perusahaan.
2.   Pencatatan bukti transaksi dalam jurnal.
3.   Pemindahbukuan (posting) dari jurnal ke perkiraan yang bersangkutan di buku besar.
Tahap Pengikhtisaran:
4.   Pembuatan Neraca Saldo (Trial Balance) dari perkiraan-perkiraan di buku besar.
5.   Pembuatan Neraca Lajur dan Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries).
6.   Penyusunan Laporan Keuangan.
7.   Pembuatan Ayat Jurnal Penutupan (Closing Entries)
8.   Pembuatan Neraca Saldo Penutupan (Post Closing Trial Balance)
9.   Pembuatan Ayat Jurnal Balik (Reversing Entries)

B.  Jurnal Khusus
Pada perusahaan dagang jurnal yang digunakan tidak sama dengan pada perusahaan jasa, karena transaksi pada perusahaan dagang relatif lebih banyak dan beragam.
Jurnal yang selama ini kita kenal adalah apa yang disebut dengan jurnal umum. Apabila transaksi yang harus dicatat jumlahnya banyak, penggunaan jurnal umum menjadi kurang efisien. Di samping itu oleh karena banyak dari transaksi-transaksi yang diolah tadi merupakan transaksi yang homogen, maka penggunaan jurnal yang khusus dirancang untuk transak-transaksi yang sejenis ini, akan banyak menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Jumlah, tujuan dan bentuk dari jurnal-jurnal khusus yang dipergunakan oleh perusahaan perdagangan sudah tentu akan berbeda antara satu dengan yang lain, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Pada perusahaan-perusahaan yang berukuran sedang, jurnal khusus yang paling sering dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang umumnya meliputi:
Jurnal
Mencatat Transaksi
Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Penjualan secara kredit
Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipts Journal)
Penerimaan uang kas dari segala sumber
Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
Pembelian barang dagangan dan barang-barang lain secara kredit
Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payments Journal)
Pengeluaran uang kas untuk segala tujuan
Jurnal Umum (General Journal)
Transaksi yang tidak bisa dicatat ke dalam keempat jurnal khusus di atas

Penjualan
Penjualan barang dagang secara tunai dicatat sebagai debit pada akun kas dan kredit pada akun penjualan. Dalam praktek, biasanya penjualan secara tunai ini dicatat dalam buku penerimaan kas.
Penjualan barang dagang secara kredit dicatat sebagai debit pada akun piutang dagang dan kredit pada akun penjualan.
Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
2005
Okt 11

Piutang Usaha
Penjualan

121
411

Rp       100.000,-


Rp      100.000,-

Untuk menghindarkan pencatatan yang berulang-ulang atas transaksi penjualan secara kredit dapat digunakan sebuah jurnal khusus, yaitu jurnal penjualan.
Setiap pencatatan ke dalam jurnal harus didasarkan atas suatu dokumen yang merupakan bukti dari transaksi penjualan, biasanya disebut dengan faktur penjualan. Salah satu contoh faktor penjualan nampak seperti di bawah ini.


PD HENDRA
Jalan D. Tondano 19 Malang


 


Kepada yth.                                                              Malang, 2 Desember 2005
PD Garuda
Kompleks Pertokokan Sawojajar
Malang

Banyaknya
Keterangan
Harga Satuan
Jumlah
750
20
20
Beras
Gula
Minyak Goreng
6.000
15.000
7.500
4.500.000
600.000
300.000


Jumlah
5.400.000


Hormat kami,



Wijayanto
Kepala Bagian Penjualan

a.   Jurnal Penjualan
Dalam perusahaan dagang jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjual secara kredit.
Bentuk jurnal penjualan tergantung pada kehendak perusahaan yang bersangkutan. Salah satu bentuk yang digunakan adalah sebagai berikut:

Jurnal Penjualan                                                                        Hal :
Tanggal
Nomor Faktur
Debitur
Ref.
Jumlah


























Contoh:
Misalnya selama bulan Desember 2005 pada PD Hendra terjadi penjualan kredit sebagai berikut:
2    November    Penjualan kepada PD Garuda Rp. 5.400.000,- faktur no. 415
3    November    Penjualan kepada Fa Umar Rp. 10.416.000,- faktur no. 416
5    November    Penjualan kepada Sejati & Co seharga Rp. 5.220.000,- faktur no. 417
9    November    Penjualan kepada CV Kekar Jaya seharga Rp. 9.580.000,- faktur no. 418
10  November    Penjualan kepada PD Rajin seharga Rp. 6.600.000,- faktur no. 419
17  November    Penjualan kepada Toko Matahari seharga Rp. 7.460.000,- faktur no. 420
23  November    Penjualan kepada PD Gerhana seharga Rp. 10.008.000,- faktur no. 421
26  November    Penjualan kepada CV Pamenang seharga Rp. 5.040.000,- faktur no. 422
27  November    Penjualan kepada Fa Umar seharga Rp. 11.632.000,- faktur no. 423

Pencatatan transaksi tersebut di atas dalam jurnal penjualan adalah seperti berikut:





Jurnal Penjualan                                                                              Hal : 35
Tanggal
Nomor Faktur
Debitur
Ref.
Jumlah
2005




Nop        2
415
PD Garuda
Ö
              5.400.000,-
               3
416
Fa Umar
Ö
            10.416.000,-
               5
417
Sejati & Co
Ö
              5.220.000,-
               9
418
CV Kekar Jaya
Ö
              9.580.000,-
             10
419
PD Rajin
Ö
              6.600.000,-
             17
420
Toko Matahari
Ö
              7.460.000,-
             23
421
PD Gerhana
Ö
            10.008.000,-
             26
422
CV Pamenang
Ö
              5.040.000,-
             27
423
Fa Umar
Ö
            11.632.000,-




            77.560.000,-

Pertanyaan:
1.   Jelaskan kegunaan jurnal penjualan!
2.   Jelaskan apakah transaksi-transaksi penjualan berikut ini akan dicatat dalam jurnal penjualan:
a.   Penjualan barang dagang secara tunai.
b.   Penjualan tanah kosong yang dimiliki dan tidak terpakai oleh perusahaan.
3.   Jelaskan yang dimaksud dengan Faktur Penjualan!

Pembelajaran Efektif


A. Judul :
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Materi Elastisitas Permintaan Dan Penawaran Dengan Penggunaan Model Pembelajaran “Think Pair Share” Di Man 1 Jember Tahun Pelajaran 2009 / 2010

B. Latar Belakang Masalah
               Masa tumbuh kembang pada siswa merupakan masa penting dalam membentuk kepribadian siswa tersebut, maka dari itu pendidikan merupakan suatu bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terciptanya kepribadian yang utama, pendidikan juga merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang bertujuan untuk membentuk kedewasaan anak dan mengetahui sifat dasar yang ada pada diri anak atau manusia, sifat dasar yang ada pada manusia terdiri atas tiga komponen yang harus di bangun untuk membentuk kepribadian pada diri manusia yaitu Ruh, Jasmani dan Akal.
Tujuan pendidikan nasional sendiri secara makro bertujuan membentuk organisasi pendidikan yang bersifat otonom sehingga mampu melakukan inovasi dalam pendidikan untuk suatu lembaga yang beretika, selalu menggunakan nalar, berkemampuan komunikasi sosial yang positif dan memiliki sumber daya manusia yang sehat dan tangguh.
Agar tujuan pendidikan bisa tercapai, maka perubahan dalam sistem pendidikan harus dilakukan secara terencana dan menyeluruh, dan sistem pendidikan yang konvensional menuju sistem pendidikan yang berorientasi kompetensi. Sistem pendidikan yang hanya berbasis pada input dan proses dipandang kurang dinamis, kurang efisien, dan mengarah pada stagnasi pedagogik, sehingga mengakibatkan sistem pendidikan sulit beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan aspirasi serta kebutuhan masyarakat.
Sedangkan guru yang memandang anak didik sebagai pribadi yang berbeda dengan anak didik lainnya akan berbeda dengan guru yang memandang anak didik sebagai mahkluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segala hal. Maka penting untuk meluruskan pandangan yang keliru dalam menilai anak didik. Sebaiknya guru memandang anak didik sebagai individu dengan segala perbedaannya, sehingga mudah melakukan pendekatan dalam pengajaran.
Cara mengajar yang menggunakan teknik yang beraneka ragam disertai dengan pengertian yang mendalam dari pihak guru akan memperbesar minat siswa dan akan mempertinggi pula hasil belajarnya. Dengan mengajak, merangsang dan memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut serta menggunakan pendapat, belajar mengambil keputusan, bekerja dalam kelompok, membuat laporan dan lain-lain, akan membawa siswa pada suasana belajar yang sesungguhnya bukan pada suasana diajar saja.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Materi Elastisitas Permintaan dan Penawaran dengan Model Pembelajaran Think Pair Share di MAN 1 Jember tahun pelajaran 2009 / 2010”.

C. Identifikasi Masalah
               Berdasarkan uraian pada bagian latar belakang masalah, keterlibatan siswa merupakan penentu dalam PBM dalam rangka pencapaian keberhasilan belajar. Inti dari penelitian ini terletak pada peningkatan keterlibatan siswa dalam rangka meningkatkan keberhasilan belajar siswa. Ada beberapa komponen yang menandai aktualisasi keterlibatan siswa dalam PBM ekonomi. Komponen-komponen tersebut antara lain seperti guru, siswa, materi, metode mengajar, ruang dan waktu, dan sarana prasarana.
a. Guru
               Perilaku guru juga dipengaruhi oleh dua komponen yaitu kompetensi dan kepribadian. Kompetensi guru terdiri atas kognitif, affektif, dan psykomotorik kompetensi.
               Kompetensi kognitif guru terkait dengan kemampuan berpikir guru. Setiap guru memiliki pandangan yang berbeda dalam memahami materi ajar juga dalam pengelolaan kelas sebagai contohnya. Kemampuan berpikir guru akan mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses belajar.
               Kompetensi afektif guru terkait dengan sikap guru dalam proses pembelajaran. Sikap atau peilaku guru akan mempengaruhi pula terhadap keterlibatan siswa dalam proses belajar.  Sebagai contoh, guru yang mempunyai sifat cepat marah akan membuat siswa takut dan segan belajar. Sebaliknya, guru yang memiliki sifat ramah terhadap siswa akan membuat siswa merasa nyaman dan senang belajar sehingga siswa akan terlibat sendirinya dalam proses pembelajaran.
               Kompetensi psykomotorik guru terkait dengan ketrampilan dalam menjalankan proses pembelajaran. Ketrampilan ini termasuk ketrampilan untuk berkomunikasi dengan siswa, menjawab dan bertanya, mengelola kegiatan pembelajaran, dan lain-lain. Ketrampilan-ketrampilan ini juga akan mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.Guru juga harus bisa menerapkan model-model pembelajaran.
b. Siswa
               Sama halnya dengan guru, perilaku siswa  dalam proes pembelajaran dipengaruhi oleh dua komponen dasar yaitu kompetensi dan kepribadian. Kompetensi siswa terdiri atas kompetensi kognitif, afektif, dan psykomotorik.
               Kompetensi kognitif siswa terkait dengan kemampuan berpikir mereka. Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami pelajaran, seperti cara menginformasikan sesuatu, memecahkan masalah, mengevaluasi, dan lain-lain. Perbedaan kemampuan berpikir siswa akan mempengaruhi keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.
               Kompetensi afektif siswa terkait dengan sikap mereka dalam proses pembelajaran. Siswa yang menganggap pelajaran berbicara (speaking) itu lebih penting, maka mereka akan lebih fokus pada belajar speaking daripada menguasai grammar. Perbedaan sikap siswa akan mempengaruhi keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.  
               Kompetensi psykomotorik siswa terkait dengan ketrampilan mereka dalam proses pembelajaran. Tiap siswa memiliki ketrampilan yang berbeda dalam menjawab dan bertanya kepada guru,  berkomunikasi baik dengan guru maupun siswa yang lainnya, dan lain-lain. Perbedaan ketrampilan siswa inilah yang juga akan mempengaruhi keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.
               Kepribadian siswa terkait dengan watak/ karakter mereka. Karakter tersebut seperti ketekunan, kemalasan, kedisiplinan, selalu berpikir positif, aktif, pasif dalam kelas, dan lain-lain. Hal-hal seperti inilah yang juga akan mempengaruhi tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
c. Materi
               Faktor lain yang mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran adalah materi pelajaran. Materi yang akan disampaikan untuk siswa, seharusnya sesuai dengan pengalokasian waktu penyampaian materi dan juga harus sesuai dengan kemampuan siswa. Aspek yang lain seperti topik, kuantitas, dan kualitas materi juga harus diperhatikan pula.
d.  Metode Mengajar
               Suatu metode mengajar yang bagus akan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar sehingga mereka tidak akan merasa bosan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. Metode Mengajar yang pas dan tepat akan membuat siswa mampu untuk mengikuti proses pembelajaran secara fisik maupun nonfisik.
Setiap metode mempunyai cara sendiri dalam pengaplikasiannya.  Suatu metode  mengajar yang bagus tidak hanya terletak pada guru dan muridnya saja, melainkan pada ketepatan meteri pembelajaran juga. Sebagai contoh jika metode mengajarnya sesuai dengan siswa dan materi pembelajaran, tetapi tidak pada guru maka pembelajaran yang baik tidak akan terwujud.
e. Ruang dan Waktu
               Dalam proses pembelajaran, diperlukan waktu dan ruang belajar yang tepat. Waktu yan tepat untuk PBM adalah ketika siswa masih segar (fresh) pikirannya dan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Belajar dipagi hari dapat membuat siswa lebih termotivasi dan fresh untuk belajar daripada saat siang hari, dengan alasan di siang hari energi siswa sudah berkurang sehingga siswa cepat merasa letih, mengantuk, lapar, dan bosan. Begitu juga dengan ruang belajar, ruangan yang terlalu luas dan sempit juga akan mengganggu proses pembelajaran. Ruang belajar yang luasnya pas, nyaman, tenang, dan tersedia penerangan lampu akan membuat siswa lebih terotivasi untuk belajar dan hal ini akan mempengaruhi keterlibatan mereka dalam PBM.
f. Sarana Prasarana
               Sarana dan prasarana (fasilitas) belajar dapat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Fasilitas belajar seperti media, area sekolah, bangunan sekolah dan alat-alatnya, kantin, perpustakaan, lapangan, dan semua yang mempengaruhi keantusiasan siswa utnuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran akan dapat meningkatkan keberhasilan belajar dan semangat mereka dalam belajar . Selain itu, fasilitas belajar yang memadai nantinya juga akan menciptakan kondisi pembelajaran yang nyaman pula.

D. Batasan Masalah
      Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada masalah yang terkait dengan peningkatan prestasi belajar siswa kelas X pada materi elastisitas permintaan dan penawaran di MAN 1 Jember tahun pelajaran 2009 / 2010 dengan menggunakan model TPS.

E.     Rumusan Masalah
   Masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan yaitu Bagaimana Efektivitas Metode Think Pair Share Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Materi Elastisitas Permintaan dan Penawaran di MAN 1 Jember tahun pelajaran 2009 / 2010.

F.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Materi Elastisitas Permintaan dan Penawaran di MAN 1 Jember tahun pelajaran 2009 / 2010 dengan model pembelajaran Think Pair Share.

G.                Manfaat Penelitian
1.      Bagi guru Ekonomi kelas X di MAN 1 Jember,  penelitian ini dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan  Prestasi Belajar Siswa dalam proses pembelajaran Ekonomi.
2.      Bagi guru-guru lainnya, baik di MAN 1 Jember maupun di sekolah lain, penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai contoh dalam meningkatkan  Prestasi Belajar Siswa dalam proses pembelajaran.
3.      Bagi peneliti, penelitian ini dapat menerapkan model-model pembelajaran terutama pada model Think Pair Share Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dan penelitian ini menjadi pengalaman yang berharga terkait dengan pengetahuan peneliti mengenai penelitian dalam dunia pendidikan.


H.    KAJIAN TEORI
1.      Belajar
Pada proses pembelajaran mengandung dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain yaitu belajar dan pembelajaran. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya ( Slameto, 1995 :2 )
Menurut Winkel (1996:53 ) belajar adalah “Suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relative konstan”. Hamalik (1983) mendefinisikan belajar adalah “Suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan”.
Menurut Ausabel (1992) pengalaman belajar baru akan masuk kedalam memori jangka panjang dan akan menjadi pengetahuan baru apabila memiliki makna. Pengalaman belajar adalah interaksi antara subjek belajar dengan bahan ajar, misalnya siswa mengerjakan tugas membaca menggunakan media kartu huruf dan kartu kata.  
Dari beberapa pengertian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan suatu usaha perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh dengan sistematis, mendayagunakan semua potensi yang dimiliki baik fisik, mental, dan dana. Aspek fisik meliputi panca indera, otak dan anggota tubuh lainnya sedangkan aspek mental dan kejiwaan berupa intelegensi, bakat, motivasi, minat dan sebagainya.